Kebenaran adalah barang yang paling berharga dalam kehidupan manusia yang berfungsi sebagai dasar dari segala tindakan. Setiap manusia yang dilahirkan pada hakikatnya tidak dengan tangan kososng, sebagaimana yang dikatakan plato dengan istila h “Dunia Ide” yang menyatakan bahwa sebenarnya manusia semenjak lahir telah memiliki Ilmu selain dari pada data yang direkam oleh panca indranya. Berkat itu, dalam setiap pribadi manusia pasti memiliki kualitas untuk cenderung kepada kebenaran.
Kebenaran dalam Islam
· Haqq dan Bathil : kebenaran yang bermuara pada Hakikat sebagai dasar yang berwujud materi yakni Realitas Faktual. Contoh : Hape adalah realitas dan hakikat nya adalah alat komunikasi.
· Shiddiq & Kadzib : Kebenaran yang mengacu kepada struktur kualitas dan kredibilitas Personsip/ Individu namun bukan pada status sosialnya (Jabatan, profesor dll).
Contoh : Periwayat hadist, Abu Bakr As-Shiddiq
· Shahih & Khata’ : kebenaran yang merujuk kepada aspek Statemen/kata-kata atau verbal tanpa memandang personsif.
Level Kebenaran
· Kebenaran Empiris : Empiris adalah cara berfikir yang menggunakan dukungan data empiris. Data empiris adalah data yang di peroleh melalui pengalaman nyata panca indra. Kebenaran empiris bersifat konsisten, saintifik, nyata atau rill, sesuai dengan fakta yang ada. Contoh : kebenaran tentang membuktikan tumbuhan tumbuh memerlukan cahaya matahari, kebenaran tentang membuktikan manusia bernafas memerlukan oksigen.
· Kebenaran Logis : kebenaran Logika adalah kebenaran yang dirumuskan melalui kecanggihan proses berfikir rasional dan akal sehat serta kebenaran ini berbasis matematis.. Sehat dalam pengertian jujur, lurus dan menerima logika dan tidak tendensius. Karena banyak hal rasional yang diolah dengan tendensi justifikasi pembenaran logika. Contoh logis: Mahasiswa adalah elit intelektual, kebenaran ini mendapat legitimasi logika karena mahasiswa adalah ornag yang belajar paling lama dibanding manusia lainnya. Setiap manusia akan mengalami kematian,
· Kebenaran Etis : Kebenaran etik adalah kebenara yang merujuk kepada perangkat standar moral sebagai pegangan prilaku yang harus dilakukan (Code of Conduct). Seseorang akan dikatakan benar apabila dia berpegang dan melakukan tindakan sesuai dengan standart prilaku yang harus dilaksanakan. Kebenarannya berbasis konvensi sosial atas kesepakatan.
Istilah “etika” dipahami sebagai suatu teori ilmu pengetahuan yang mendiskusikan mengenai apa yang baik dan apa yang buruk berkenaan dengan prilaku manusia. Dengan kata lain, etika merupakan usaha dengan akal sehatnya untuk menyusun teori mengenai penyelenggaraan hidup yang baik. Contoh : Seorang anak harus menghargai orang tuanya, membantu orang yang membutuhkan, kepatuhan kepada norma sosial yang berlaku, Memakai celana pendek di masjid.
· Kebenaran Metafisis : adalah kebenaran tentang hal-hal yang tidak dapat dijangkau secara logis maupun empiris oleh manusia. Telaah sosial dan empiris tidak mampu memahami kenyataan. menghadapi fakta kebenaran metafisika seseorang hanya bisa percaya dan menerima, atau menjelaskan sepanjang bisa di fahami dan di deskripsikan.
Contoh : Hubungan saudara kembar, dimana seseorang bisa merasakan hal yang menimpa saudara kembarnya (kontak batin atau firasat)., Orang yang Kesurupan.
Jenis-Jenis Kebenaran Proporsisional (Kalimat)
· Necessary Truet (Al-Ghazali) : At-tabadul ilal Fahm atau kebenaran yang langsung di fahami orang dalam pengertian kebenaran yang niscaya . Contoh : Angka 2 lebih besar dari pada Angka 1.
· Korespodensi (Tradisional) :
Pembuktian kesesuaian Pernyataan dengan faktanya (Empiris), melalui
Verifikasi (membuktikan kebenaran faktanya) & Falsifikasi ( membuktikan kesalahan faktanya). Contoh : Islam adalah agama yang damai
· Koherensi (Tradisional): Mengunci kebenaran dari aspek konsistensi logika antara premis pertama dengan premis kedua yang saling bersinergi bukan berbanding terbalik.
· Pragmatis (Tradisional) : kebenaran yang bermuara kepada kepentingan tujuan tanpa mengikuti nilai yang ada. Contoh : Beragama hanya untuk mencari ketenangan dan banyak kawan yang sama.
· Standpoint (Posmodern): Kebenaran sudut pandang, artinya meyakini tidak ada kebenaran yang komprehensif. Maka kebenaran bersifat parsial tergantung pada poin yang yang menjadi sudut pandang seseorang
Kebenaran Ontologis
Obyektif-Empiris (realitas): Pandangan yang bermuara pada objektifitas terhadap suatu peristiwa yang empiris (faktual, nyata dan rill). Contoh : Matahari terbit dari timur (peristiwa rill)
Subyektif-Hermeneutis (Tafsir dan penghayatan): Pandangan yang bermuara pada penafsiran suatu realitas atau peristiwa secara Subjektif (Personalitas). Bendera merah Merah adalah pemberani atau lampu merah) putih (suci atau tanda kalah perang)
Intersubyektif-Sosiologis (kemasyarakan):
kebenaran individual adalah kebenaran yang di sepakati secara konvensional oleh individu yang lainnya tanpa harus memandang salah dan benar atas nilai norma dll.
Kebenaran Epistimologis
Ilmiah : kebenaran rasional-empiris atau positivistik
Non Ilmiah :
1. Apriori/ Akal Sehat : adalah kebenaran atas ke canggihan akal dalam menganalisis tanpa perlu terikat dengan relialitas.
2. Prejudice / Prasangka : adalah kebenaran prasangka terhadap suatu peristiwa.
3. Intuitif : ide yang muncul dari alam bawah sadar kita
4. Trial & Error : kebenaran yang dicoba-coba atau eksperimen terhadap kebenarannya.
5. Otoritas : kebenaran yang berbasis kepada kepercayaan agent kebenaran dan legitimasi kebenaran kepada seseorang/lembaga/buku/barang.
Kebenaran Semantik (Aspek Bahasa)
Tekstual-Gramatikal : meyakini kebenaran bahasa yang berdasarkan sesuai dengan bunyi kalimat yang berbasis tekstualis/leterlek
Kontekstual-Simbolik : meyakini bahwa bahasa adalah simbol kebenaran yang memiliki muatan dengan konteks zaman yang ada.
Tautologis : Kebenaran yang tidak ada ujung pangkal kebenaran (Permainan Kalimat).
Contoh : seorang guru bilang bahwa semua orang di kelas nya adalah pembohong termasuk dirinya. Karena pembohong maka yag diucapkan guru tersebut juga bohong yang memiliki arti kebalikan yakni benar. Maka yang diucapkan guru itu benar kalau semua orang di kelas pembohong.
Kebenaran dalam Islam
· Haqq dan Bathil : kebenaran yang bermuara pada Hakikat sebagai dasar yang berwujud materi yakni Realitas Faktual. Contoh : Hape adalah realitas dan hakikat nya adalah alat komunikasi.
· Shiddiq & Kadzib : Kebenaran yang mengacu kepada struktur kualitas dan kredibilitas Personsip/ Individu namun bukan pada status sosialnya (Jabatan, profesor dll).
Contoh : Periwayat hadist, Abu Bakr As-Shiddiq
· Shahih & Khata’ : kebenaran yang merujuk kepada aspek Statemen/kata-kata atau verbal tanpa memandang personsif.
Level Kebenaran
· Kebenaran Empiris : Empiris adalah cara berfikir yang menggunakan dukungan data empiris. Data empiris adalah data yang di peroleh melalui pengalaman nyata panca indra. Kebenaran empiris bersifat konsisten, saintifik, nyata atau rill, sesuai dengan fakta yang ada. Contoh : kebenaran tentang membuktikan tumbuhan tumbuh memerlukan cahaya matahari, kebenaran tentang membuktikan manusia bernafas memerlukan oksigen.
· Kebenaran Logis : kebenaran Logika adalah kebenaran yang dirumuskan melalui kecanggihan proses berfikir rasional dan akal sehat serta kebenaran ini berbasis matematis.. Sehat dalam pengertian jujur, lurus dan menerima logika dan tidak tendensius. Karena banyak hal rasional yang diolah dengan tendensi justifikasi pembenaran logika. Contoh logis: Mahasiswa adalah elit intelektual, kebenaran ini mendapat legitimasi logika karena mahasiswa adalah ornag yang belajar paling lama dibanding manusia lainnya. Setiap manusia akan mengalami kematian,
· Kebenaran Etis : Kebenaran etik adalah kebenara yang merujuk kepada perangkat standar moral sebagai pegangan prilaku yang harus dilakukan (Code of Conduct). Seseorang akan dikatakan benar apabila dia berpegang dan melakukan tindakan sesuai dengan standart prilaku yang harus dilaksanakan. Kebenarannya berbasis konvensi sosial atas kesepakatan.
Istilah “etika” dipahami sebagai suatu teori ilmu pengetahuan yang mendiskusikan mengenai apa yang baik dan apa yang buruk berkenaan dengan prilaku manusia. Dengan kata lain, etika merupakan usaha dengan akal sehatnya untuk menyusun teori mengenai penyelenggaraan hidup yang baik. Contoh : Seorang anak harus menghargai orang tuanya, membantu orang yang membutuhkan, kepatuhan kepada norma sosial yang berlaku, Memakai celana pendek di masjid.
· Kebenaran Metafisis : adalah kebenaran tentang hal-hal yang tidak dapat dijangkau secara logis maupun empiris oleh manusia. Telaah sosial dan empiris tidak mampu memahami kenyataan. menghadapi fakta kebenaran metafisika seseorang hanya bisa percaya dan menerima, atau menjelaskan sepanjang bisa di fahami dan di deskripsikan.
Contoh : Hubungan saudara kembar, dimana seseorang bisa merasakan hal yang menimpa saudara kembarnya (kontak batin atau firasat)., Orang yang Kesurupan.
Jenis-Jenis Kebenaran Proporsisional (Kalimat)
· Necessary Truet (Al-Ghazali) : At-tabadul ilal Fahm atau kebenaran yang langsung di fahami orang dalam pengertian kebenaran yang niscaya . Contoh : Angka 2 lebih besar dari pada Angka 1.
· Korespodensi (Tradisional) :
Pembuktian kesesuaian Pernyataan dengan faktanya (Empiris), melalui
Verifikasi (membuktikan kebenaran faktanya) & Falsifikasi ( membuktikan kesalahan faktanya). Contoh : Islam adalah agama yang damai
· Koherensi (Tradisional): Mengunci kebenaran dari aspek konsistensi logika antara premis pertama dengan premis kedua yang saling bersinergi bukan berbanding terbalik.
· Pragmatis (Tradisional) : kebenaran yang bermuara kepada kepentingan tujuan tanpa mengikuti nilai yang ada. Contoh : Beragama hanya untuk mencari ketenangan dan banyak kawan yang sama.
· Standpoint (Posmodern): Kebenaran sudut pandang, artinya meyakini tidak ada kebenaran yang komprehensif. Maka kebenaran bersifat parsial tergantung pada poin yang yang menjadi sudut pandang seseorang
Kebenaran Ontologis
Obyektif-Empiris (realitas): Pandangan yang bermuara pada objektifitas terhadap suatu peristiwa yang empiris (faktual, nyata dan rill). Contoh : Matahari terbit dari timur (peristiwa rill)
Subyektif-Hermeneutis (Tafsir dan penghayatan): Pandangan yang bermuara pada penafsiran suatu realitas atau peristiwa secara Subjektif (Personalitas). Bendera merah Merah adalah pemberani atau lampu merah) putih (suci atau tanda kalah perang)
Intersubyektif-Sosiologis (kemasyarakan):
kebenaran individual adalah kebenaran yang di sepakati secara konvensional oleh individu yang lainnya tanpa harus memandang salah dan benar atas nilai norma dll.
Kebenaran Epistimologis
Ilmiah : kebenaran rasional-empiris atau positivistik
Non Ilmiah :
1. Apriori/ Akal Sehat : adalah kebenaran atas ke canggihan akal dalam menganalisis tanpa perlu terikat dengan relialitas.
2. Prejudice / Prasangka : adalah kebenaran prasangka terhadap suatu peristiwa.
3. Intuitif : ide yang muncul dari alam bawah sadar kita
4. Trial & Error : kebenaran yang dicoba-coba atau eksperimen terhadap kebenarannya.
5. Otoritas : kebenaran yang berbasis kepada kepercayaan agent kebenaran dan legitimasi kebenaran kepada seseorang/lembaga/buku/barang.
Kebenaran Semantik (Aspek Bahasa)
Tekstual-Gramatikal : meyakini kebenaran bahasa yang berdasarkan sesuai dengan bunyi kalimat yang berbasis tekstualis/leterlek
Kontekstual-Simbolik : meyakini bahwa bahasa adalah simbol kebenaran yang memiliki muatan dengan konteks zaman yang ada.
Tautologis : Kebenaran yang tidak ada ujung pangkal kebenaran (Permainan Kalimat).
Contoh : seorang guru bilang bahwa semua orang di kelas nya adalah pembohong termasuk dirinya. Karena pembohong maka yag diucapkan guru tersebut juga bohong yang memiliki arti kebalikan yakni benar. Maka yang diucapkan guru itu benar kalau semua orang di kelas pembohong.
Komentar
Posting Komentar